Daerah  

Pemprov Maluku Utara Didesak Usulkan Kapita Banau dan Yasim Gamsungi Sebagai Pahlawan

Aksi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional yang dilakukan oleh HMI Komisariat Tarbiyah dan FEBI IAIN Ternate di depan Kantor RRI Ternate.(istimewa).
banner 120x600

TERNATE,iT- Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Komisariat Tarbiyah dan Fakultas Ekonomi Bisnis Islam (FEBI) Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ternate mendesak kepada Pemerintah Provinsi (Pemrov) Maluku Utara (Malut) segera mengusulkan Kapita Banau dan Yasim Gamsungi sebagai Pahlawan Nasional ke Kementrian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

Hal ini disampaikan saat gelar aksi dalam rangka memperingati Hari Pahlawan Nasional. Aksi yang digelar sejumlah aktivis HMI dan mahasiswa FEBI IAIN Ternate terlihat membawa spanduk bertuliskan “Jangan Lupakan Pahlawan Kami”. Para massa juga mendatangi sejumlah titik diantaranya, di halaman kampus IAIN Ternate dan depan kantor RRI Ternate.

Kordinator aksi M. Fikram Kahar menyatakan, aksi ini adalah bentuk refleksi mengenang para pahlawan bangsa, tapi untuk menuntut keadilan sejarah. “Sudah saatnya Kapita Banau dari Halmahera Barat dan Yasim Gamsungi dari Halmahera Utara diakui secara resmi sebagai Pahlawan Nasional Republik Indonesia,” tegas dalam orasinya, Rabu (12/11).

Ia juga menjelaskan, Kapita Banau seorang pejuang dari Jailolo, yang berani menantang kekuasaan kolonial Belanda, telah menumpahkan darahnya demi harga diri rakyat Halmahera Barat (Halbar). Begitu juga, Yasim Gamsungi pejuang dari Halmahera Utara (Halut), yang berdiri di garis depan melawan ketidakadilan penjajahan.

“Mereka berdua bukan hanya pejuang lokal, tapi simbol keberanian orang Maluku Utara yang terlupakan oleh sejarah nasional. Pahlawan dulu melawan peluru, sekarang kita melawan kebodohan dan ketidakadilan. Jangan biarkan perjuangan mereka hanya jadi nama jalan dan monumen tanpa makna, kalau hari ini kita diam, berarti kita ikut mengubur semangat mereka,” jelasnya.

Fikram menegaskan, sebagai aktivis HMI dan Dema FEBI IAIN Ternate menolak diam ketika sejarah daerah diabaikan. Makanya, di hari Pahlawan ini meminta Pemerintah Provinsi (Pemprov) Maluku Utara bersama lembaga terkait segera mendorong usulan resmi kepada Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI).

“Kami menuntut agar Pemerintah Maluku Utara bersama lembaga terkait segera mendorong usulan resmi kepada Kemensos. Jangan biarkan jasa mereka hanya hidup di cerita rakyat, tetapi diakui dan dihormati oleh negara,” pungkasnya.

Dalam aksi refleksi itu para massa menyampaikan beberapa pernyataan sikap diantaranya. Diantaranya, meminta kepada pimpinan tertinggi Negara Kesatuan Republik Indonesia segera mengesahkan para pejuang di Bumi Moloku Kie Raha, yakni Kapita Banau dari Halmahera Barat dan Yasim Gamsungi dari Halmahera Utara, sebagai Pahlawan Nasional Negara Republik Indonesia. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *