Hukrim  

Polairud Polres Halmahera Utara Imbau Kapal Penumpang hingga Nelayan Waspada Cuaca Ekstrim

IPTU Dwi Agus Sunarto (Istimewa)
banner 120x600

HALUT, iT – Satuan Polisi Perairan dan Udara (Sat Polairud) Polres Halmahera Utara mengeluarkan imbauan keselamatan kepada seluruh armada laut, baik kapal penumpang, speed boat, dan nelayan untuk berhati-hati ketika melakukan aktivitas. Imbauan ini, karena kondisi cuaca ekstrim terjadi di wilayah perairan Halmahera Utara.

Langkah ini dilakukan untuk menekan risiko kecelakaan laut. Makanya para armada laut hingga nelayan diingatkan untuk melengkapi alat keselamatan demi diri sendiri dan keluarga saat beraktivitas.

Selain imbaunya , Sat Polairud juga berkomitmen terus melakukan pengawasan dan siap memberikan bantuan guna mewujudkan aktivitas melaut yang aman dan selamat.

“Untuk sementara waktu para nelayan disarankan menunda aktivitas melaut hingga kondisi cuaca kembali membaik,” ungkap Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, melalui Kasat Polairud, IPTU Dwi Agus Sunarto, Senin (16/3).

Menurut Dwi Agus, kondisi cuaca yang ekstrim ini berpotensi menimbulkan gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat membahayakan keselamatan para nelayan di laut.

“Kami imbau kepada seluruh nelayan maupun pemilik kapal agar sementara waktu menunda aktivitas berlayar, mengingat kondisi cuaca saat ini kurang baik dan berisiko tinggi,” tuturnya.

IPTU Agus juga meminta masyarakat pesisir segera melaporkan kepada petugas Polairud apabila terjadi kejadian darurat di laut, seperti kecelakaan kapal maupun kapal yang mengalami kerusakan mesin saat berlayar.

“Jika terjadi kecelakaan di laut atau kapal mengalami mati mesin, kami harap masyarakat segera melapor kepada petugas Polairud agar dapat ditindaklanjuti dan diberikan bantuan,” imbau perwira satu balak tersebut.

“Dengan kondisi ini, Sat Polairud Polres Halmahera Utara bakal melakukan patroli dan pemantauan rutin di wilayah perairan guna memastikan keselamatan masyarakat, sekaligus memberikan imbauan langsung kepada para nelayan,” sambungnya mengakhiri. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *