TOBELO, iT- Wakil Kepala Kepolisian Daerah (Wakapolda) Maluku Utara (Malut), Brigjen Polisi Stephen M. Napiun, menegaskan proses identifikasi pendaki korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara (Halut), masih dilakukan secara hati-hati menggunakan metode forensik oleh tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Malut.
Tiga korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara diantaranya, Enjel berkewarganegaraan Indonesia, Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid sebagai WNA (27 tahun) dan Heng Wen Qiang Timothy (30 tahun) sebagai Warga Negara Asing asal Singapura.
Wakapolda menjelaskan, dari total 20 orang yang berada di lokasi saat erupsi terjadi, sebanyak 17 orang berhasil dievakuasi dengan selamat, sementara tiga lainnya ditemukan meninggal dunia (MD). Menurutnya, kondisi korban yang ditemukan dalam keadaan tidak utuh membuat proses identifikasi membutuhkan pemeriksaan ilmiah secara menyeluruh, termasuk pencocokan Deoxyribonucleic Acid (DNA), struktur rahang dan data antemortem dari keluarga.
“Tim DVI masih melakukan rekonstruksi terhadap bagian tubuh korban yang ditemukan di lokasi. Bagian rahang menjadi petunjuk penting, namun identitas resmi tetap menunggu hasil pemeriksaan DNA,” katanya saat lakukan di RSUD Tobelo, Senin (11/5).
Brigjen Stephen menyatakan, hasil pemeriksaan awal sementara mengarah pada dua nama, yakni Heng Wen Qiang Timothy dan Shahin Mubrez.
“Namun, kepolisian menekankan penetapan identitas final baru akan diumumkan setelah seluruh proses verifikasi medis dan forensik selesai dilakukan,” ucapnya.
Ia menyampaikan, Polda Maluku Utara juga terus berkoordinasi dengan Pemerintah Singapura dan pihak keluarga korban terkait penanganan lebih lanjut, termasuk proses penyerahan jenazah. Kepolisian memastikan seluruh prosedur dilakukan sesuai standar profesional dan kemanusiaan.
“Selain fokus pada identifikasi korban, aparat juga memberikan perhatian terhadap kondisi psikologis para saksi selamat. Salah satu saksi dilaporkan mengalami trauma berat setelah menyaksikan langsung peristiwa tersebut,” ujarnya.
Orang nomor dua di Polda Maluku Utara itu juga mengimbau masyarakat untuk tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi terkait insiden tersebut.
“Kami meminta kepada publik memberi ruang bagi tim DVI dan aparat terkait agar dapat bekerja secara profesional hingga seluruh proses identifikasi selesai,” harapnya.
“Atas nama Polda Maluku Utara, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada seluruh keluarga korban. Kami berharap keluarga diberi ketabahan menghadapi musibah ini,” sambung mengakhiri.(red).
















