MOROTAI, iT – Nazlatan Ukhra Kasuba datangi lokasi pertanian hortikultura di Desa Pilowo, Kecamatan Morotai Selatan, Kabupaten Pulau Morotai, Provinsi Maluku Utara.
Kedatangan Nazlatan guna melihat langsung bagaimana cara petani pemberdayaan tanaman hortikultura hingga melakukan panen.
Nazlatan mengatakan, sangat mengapresiasi atas pengelolaan lahan, tanaman hingga panen yang dilakukan para petani. Karena dengan potensi kreatif yang dimiliki masyarakat Morotai, dapat menata setiap tanaman yang tumbuh dengan sempurna serta menghasilkan banyak buah.
“Keahlian dan kemandirian petani di Morotai itu, sangat penting menjadi catatan untuk diperhatikan, baik itu pemrintah kabupaten, provinsi hingga pusat. Karena kurang diperhatikan, tapi semangat dalam membangun ekonomi kerakyatan dan mendorong ketahanan pangan secara mandiri terus digerakkan,” kata Anggota DPRD Provinsi Maluku Utara tersebut.
Untuk itu Nazlatan menyatakan, harusnya pemerintah sudah prioritaskan masyarakat yang kreatif seperti ini. Supaya potensi meningkatkan ekonomi kerakyatan tidak lagi sulit untuk menghadirkan orang atau menyewa orang untuk membimbing dan mengajarkan cara-cara bertani, khususnya di sektor tanaman hortikultura. Karena petani yang didatangi rata-rata memiliki kemampuan, tinggal memperhatikan perlengkapan pertaniannya.
“Tentunya, untuk memaksimalkan pertanian hortikultura sangat membutuhkan dukungan fasilitas, seperti alat pertanian dan jalan tani, karena itu yang mendasar,” beber Nazla sapaan akrab Nazlatan, Sabtu (7/2).
Ketua Komisi I DPRD Provinsi Maluku Utara itu pun bilang, petani di Morotai sangat mandiri. Walaupun kurangnya perhatian pemerintah. Meski begitu, antusias dan semangat tak pernah runtuh untuk menunjukkan skil dalam merawat tanaman.
“Saya mengajak pemerintah agar melihat dan melirik para petani tersebut. Supaya kreativitas pertanian yang dimiliki dapat didorong dengan baik dalam menjangkau ekonomi kerakyatan kita di Maluku Utara, pada umumnya dan Pulau Morotai khususnya,” pintanya mengakhiri.

Terpisah, Opan selaku petani hortikultura di Desa Pilowo, saat dikonfirmasi mengatakan, dengan lahan 0,75 hektar yang dimiliki telah menanam 10 ribu bibit tomat.
“Alhamdulillah 10 ribu bibit tomat, jika populasi tanaman baik maka sekali panen mencapai 800 kilo gram, kalau kurang baik maka panen hanya di angka 200 kilo gram,” akunnya Opan.
Opan mengaku, dari pengolahan lahan, perawatan hingga panen paling lama memakan waktu 2 bulan lamanya.
“Bantuan pemerintah soal bibitnya paling 2 persen, selebihnya tanggung sendiri. Jadi kalau mau bilang, rata-rata petani kurang diperhatikan oleh pemerintah,” cetusnya.
“Kalau dulu, saat panen kita distribusi ke Ternate, Halmahera Tengah dan Morotai saja. Tetapi adanya program Makanan Begizi Gratis (MBG) kita salurkan ke dapur-dapur MBG,” sambung dia mengakhiri. (red).
















