TERNATE, iT- Badan Nasional Pencarian dan Pertolongan (Basarnas) Ternate belum juga mengetahui pasti atas motif ledakan speedboat RIB 04 di perairan Drsa Gita, Kecamatan Oba, Kota Tidore Kepulauan beberapa waktu lalu.
Hal ini disampaikan langsung oleh Kabasarnas Ternate, Iwan Ramdani saat dikonfirmasi, Rabu (5/2).
Menurut Iwan, pihaknya belum mengetahui jelas soal dugaan ledakan speedboat RIB 04 milik Basarnas Ternate, karena tim investigasi belum sampai dan melakukan investigasi atas kejadian tersebut.
“Sampai saat ini belum tau motifnya, untuk memastikan motifnya maka harus menunggu tim investigasi yang melakukan penyelidikan,” ungkapnya.
Yang jelas, lanjutnya, masalah tehknis dilapangan hingga dilakukan misi pertolongan saat itu, kondisi RIB 04 baik. Karena sebelumnya RIB 04 juga dipakai untuk raning dan tidak terjadi apa-apa.
“Saya tanya kepada empat korban yang selamat dalam insiden, mereka sampaikan kondisi cuaca malam itu baik-baik saja. Insya allah, jika korban lainnya sudah sembuh dan tidak trauma maka kita akan secepatnya memberikan informasi yang valid,”tuturnya.
Disentil soal evakuasi pertama dan mengetahui peristiwa pertama kali, Iwan mengaku, dirinya mengetahui pertama kali, setelah menerima informasi via telepon dari OSC (On Scene Commander) atau koordinator di tempat kejadian perkara (TK yang bertugas mengoordinasikan operasi pencarian dan penyelamatan.
“Karena saat peristiwa, handphone milik OSC masih berada di RIB 04 dan tidak terkena air, sehingga secara sadar OSC itu menuju ke RIB dan mengambil handphonenya langsung menelpon ke kami,”ujarnya.
Dari situ, sebagai Kabasarnas langsung menghubungi KMP Pandudewanata untuk mengkonfirmasi ke Polairud dan kapal-kapal yang berlayar.
“Dari konfirmasi itu, tim langsung menunju ke lokasi dan pihak Polairud. Tapi alhamdulilah malam itu kapal Cantika 10 yang melintas lebih dulu sehingga mengevakuasi para korban,”tambahnya.
Dia menyatakan, dalam misi penyelamatan nelayan yang mati mesin di perairan Gita, korban Sahril Helmi yang saat ini masih dalam pencarian, awalnnya telah memiliki inisiatif sendiri ikut melakukan misi penyelamatan tersebut.
“Korban sendiri yang insiatif ikut, karena biasanya korban selalu ikut kegiatan SAR lakukan patroli dan operasi penyelamatan. Intinya, kami berharap, keluarga dan masyarakat agar selalu berdoa, supaya proses pencarian dilakukan tim SAR terhadap saudara Sahril cepat ditemukan,”pungkasnya.
Sebagai informasi, dalam insiden meledaknya RIB 04 pada Minggu, 2 Februari 2025, sedikitnya 11 orang menjadi korban, tujuh orang selamat, tiga orang meninggal dunia dan satu dikabarkan hilang, yakni wartawan Metro TV, Sahril Helmi.(red).
















