Daerah  

Dua Warga Singapura Ditemukan Meninggal Dunia, Terhempit Batu Besar dalam Posisi Berpelukan

Proses evakuasi jenazah korban erupsi Gunung Dukono, Halmahera Utara.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TOBELO, iT- Tim SAR Gabungan akhirnya menemukan dua Warga Negera Asing (WNA) asal Singapura korban yang hilang saat melakukan pendakian di Gunung Dukono, Kabupaten Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), telah meninggal dunia akibat terhempit batu besar.

Kedua korban WNA asal Singapura atas nama, Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid sebagai WNA (27 tahun) dan Heng Wen Qiang Timothy sebagai WNA (30 tahun). Pendakian ke Gunung Dukono itu dilakukan pada Jumat (8/5) kemarin menjadi korban karena erupsi terjadi.

Kepala Kantor SAR Ternate, Iwan Ramdani menjelaskan, kedua korban ditemukan pukul 13.00 WIT, pada koordinat 1°42’9.90″N / 127°52’48.50″E sekitar 13 meter arah utara dari Signal Distress pertama kali di tangkap oleh BCC Basarnas.

“Dimana kedua korban dalam satu titik yang sama dengan kondisi tubuh yang sudah tidak utuh. Dua korban WNA tersebut ditemukan dengan terhempit batu besar dalam posisi saling berpelukan kondisi tubuh sudah tidak utuh,” ucapnya, Minggu (10/5).

“Tim lalu mengevakuasi body pack dari bibir gunung untuk di turunkan. Kantong jenazah yang berisi body pack ke dua warga negara asing kemudin di bawa menuju posko induk di Desa Mamuya dan tiba pukul 17.43 WIT,” sambungnya.

Ia menyatakan, walaupun pun kondisi cuaca hujan dan sangat berisiko di lapangan. Tetapi tim SAR Gabungan tetap bekerja tanpa mengenal lelah, sehingga jenazah korban dapat di evakuasi lalu dibawa ke RSUD Tobelo guna keperluan autopsi.

“Dengan telah ditemukannya korban maka operasi SAR selesai dan seluruh unsur yang terlibat dikembalikan ke kesatuan masing-masing disertai ucapan terima kasih,” tuturnya.

Iwan juga menyampaikan, ucapan terima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara, Pangdam XV Pattimura, Danrem 152 Baabullah, Kapolres, Kalak BPBD Halut dan instansi terkait lainnya yang sudah membantu dan memberikan dukungan penuh selama Operasi SAR berlangsung sehingga seluruh korban dapat ditemukan.

Sebagai informasi, unsur yang terlibat dalam pencarian diantaranya, Basarnas, Kodam XV Patimura, Korem 152 Baabullah, Kodim 1508 Tobelo, Kompi 732 Banau Halmahera Utara, Polres, Brimob Polda Malut, BPBD Halut, TNI AD, AL dan AU serta PVMBG, Dinkes Halut, Imigrasi Halut, ERT PT NHM, PMI, Wanadri, Pecinta Alam dan masyarakat desa setempat serta unsur lainnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *