SOFIFI, iT- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Polisi Arif Budiman, memimpin upacara pemberhentian tidak dengan hormat (PTDH) anggota Polri Polda Maluku Utara (Malut) dan jajaran Polres sebanyak 21 orang yang diduga terlibat kasus dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), asusila hingga narkoba.
Upacara PTDH terhadap 21 orang oknum anggota Polri tahun 2026 ini dipimpin langsung Kapolda Irjen Polisi Arif Budiman, dihadiri Wakapolda Brigjen Polisi.Stephen Maleachi Napiun dan pejabat utama (PJU) Polda dilapangan apel Mapolda Maluku Utara di Sofifi.
“Hari ini kita menyaksikan pelaksanaan pemberhentian dari dinas Kepolisian bagi anggota Polri secara tidak dengan hormat atau PTDH, sebagai konsekuensi atas pelanggaran dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang berlaku,” tegas Kapolda.
Jenderal bintang dua itu menegaskan, tindakan ini merupakan bagian dari penegakan disiplin, kode etik dan tata tertib di lingkungan Polri, sekaligus wujud komitmen organisasi dalam menerapkan keseimbangan antara reward bagi personel yang berprestasi dan punishment bagi personel yang melakukan pelanggaran.
“Tindakan tegas akan terus dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga marwah dan kehormatan institusi Polri serta mewujudkan polri yang profesional, modern dan terpercaya,” ucapnya.
Menurutnya, setiap anggota Polri harus mampu melaksanakan tugas secara bertanggung jawab, memberikan perlindungan, pengayoman dan
pelayanan terbaik kepada masyarakat serta menegakkan hukum secara profesional, berkeadilan dan berintegritas sebagai konsekuensi atas pelanggaran dan ketidakpatuhan terhadap ketentuan yang berlaku.
Lanjutnya, tindakan ini merupakan bagian dari penegakan disiplin, kode etik dan tata tertib di lingkungan Polri, sekaligus wujud komitmen organisasi dalam menerapkan keseimbangan antara reward bagi personel yang berprestasi dan punishment bagi personel yang melakukan pelanggaran. Tindakan tegas akan terus dilakukan sebagai bentuk keseriusan dalam menjaga marwah dan kehormatan institusi Polri serta mewujudkan Polri yang profesional, modern dan terpercaya.
Kata Kapolda, setiap anggota Polri harus mampu melaksanakan tugas secara bertanggung jawab, memberikan perlindungan, pengayoman dan pelayanan terbaik kepada masyarakat, serta menegakkan hukum secara profesional, berkeadilan dan berintegritas pemberhentian dari dinas dalam bentuk PTDH hendaknya menjadi pelajaran dan renungan bagi seluruh anggota Polri.
“Saya tegaskan, pimpinan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap anggota yang melakukan pelanggaran maupun tindak pidana, tanpa memandang pangkat dan jabatan,” tegas orang nomor satu Polda Maluku Utara itu.
Pada kesempatan tersebut, Kapolda Maluku Utara juga menekankan beberapa poin penting. Tingkatkan keimanan dan ketakwaan kepada tuhan yang maha esa serta jadikan nilai-nilai agama sebagai landasan moral dalam setiap pelaksanaan tugas.
“Kepada seluruh pimpinan di setiap tingkatan, mulai dari kasatker, Kasatwil hingga para perwira lapangan, tingkatkan pengawasan melekat (Waskat) terhadap anggota. Jangan melakukan pembiaran terhadap pelanggaran sekecil apa pun dan segera tindak lanjuti setiap permasalahan sesuai ketentuan,” harapnya.
Arif menyampaikan, di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial, seluruh anggota harus bijak dalam bermedia sosial jaga nama baik pribadi dan institusi jangan mengunggah foto, video, maupun konten yang dapat menurunkan citra dan kepercayaan masyarakat terhadap Polri.
“Syukuri profesi sebagai anggota Polri. ingat kembali niat awal dan perjuangan ketika mengucapkan sumpah sebagai anggota Polri. Pegang teguh Tribrata dan Catur Prasetya sebagai pedoman dalam setiap pelaksanaan tugas. Kepada mantan anggota Polri yang dijatuhi sanksi PTDH hari ini, saya berharap keputusan ini dapat diterima sebagai bentuk pertanggungjawaban atas tindakan yang telah dilakukan,” ujarnya.
“Jadikan momentum ini sebagai bahan introspeksi dan pembelajaran untuk
memperbaiki diri serta menata kehidupan di masa yang akan datang sebagai bagian dari masyarakat,” sambungnya.
Danpasbrimob II Korbrimob Polri juga meminta kepada seluruh personel Polda Maluku Utara yang tetap setia, berdedikasi dan berintegritas
dalam menjalankan tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara.
“Saya menyampaikan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya, pertahankan loyalitas, dedikasi dan integritas. Saudara sekalian teruslah menjadi pelindung, pengayom dan pelayan masyarakat yang profesional, humanis serta dapat diandalkan dalam menjaga kehormatan institusi Polri,” pungkasnya.(red).
















