TERNATE, iT- Sejumlah oknum anggota Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Ternate, Maluku Utara (Malut), diduga melakukan operasi salah tangkap terhadap target penyalagunaan narkoba diwilayah Kota Ternate.
Fatalnya, sejumlah anggota Resnarkoba Polres Ternate salah menangkap target dan seorang wartawan media online TintaOne.com berinsial FS alias Fikram menjadi korban dalam tangkap itu. Peristiwa nahas itu terjadi dilingkungan Masjid Muttaqin, Kelurahan Gamalama, Kecamatan Ternate Tengahz Kota Ternate, sekira pukul 01.14 WIT, Selasa (3/3) dini hari.
Fikram selaku korban mengatakan, sebelum ditangkap lebih dulu mengambil uang di mesin ATM yang berada di Muara Mall Ternate. Tapi karena mesin ATM rusak, menuju mesin ATM di depan toko Makmur Utama.
“Setelah mengambil uang di ATM langsung balik dan mengikuti gang di samping Muara Mall Ternate, karena jalan itu sampai di jalan utama dengan tujuan membeli rokok,” katanya.
Kata dia, ketika keluar dari gang tepat di depan Muara Mall, sejumlah kendaraan sepeda motor menyalip dan memberhentikannya. Dari situ, lanjutnya, kurang lebih lima pria berpakaian preman langsung menyergapnya serta mengambil kunci kendaraannya.
“Saya langsung disergap dan ditanya dengan bahasa, kamu yang membawa barang (narkotika) kan?. Tidak harus mengelak, mengaku saja. Tapi saya menjawab, kalau saya mau membeli rokok karena baru selesai menarik uang di mesin ATM,” ucapnya.
Ia menyampaikan, dengan pengakuannya itu belum dipercaya oleh lima oknum anggota Satresnarkoba tersebut. Sehingga lima oknum anggota itu pun dengan suara tegas menyuruh mengaku kalau membawa barang.
“Tapi suara tegas lima anggota itu saya kemudian merespons dengan menyampaikan saya tidak bawa apa-apa. Saya hanya seorang wartawan dan mengambil id card untuk memperlihatkan. Saat diperlihatkan id card barulah dipercaya oleh lima anggota Satreskoba Polres Ternate itu, ” tuturnya.
Lanjutnya, disitu juga lima anggota itu mengaku salah target. Alasan lima anggota itu bahwa pertama kali, saat menarik uang di mesin ATM Muara Mall Ternate juga berada di depan Muara Mall.
“Jadi saya keluar dari mesin ATM naik di kendaraan, lima anggota juga mengikuti dari belakang saya. Entah gimana sehingga target tak ditangkap, malah saya yang ditangkap,” ungkapnya.
Korban mengaku, lima anggota itu klaim kendaraan yang dibawa ada kemiripan milik target mereka, karena sama-sama kendaraan Honda Scoopy warna putih. Makanya dari ATM itu dibuntuti hinggap disergap saat berkendara.
“Intimidasi secara fisik saat disergap tidak, tapi secara bahasa dengan pertanyaan sangat tertekan. Namun semuanya sudah diselesaikan dan lima anggota itupun meminta maaf karena salah target saat saya datangi Polres Ternate,” ujarnya.
Sementara itu, Kasat Narkoba Polres Ternate, AKP Suherman mengaku, kegiatan tersebut merupakan bagian dari operasi rutin harian yang dilaksanakan berdasarkan pemetaan dan informasi awal yang diterima petugas.
“Operasi ini memang rutin dengan target yang sudah ditentukan. Namun di lapangan terjadi salah paham antara anggota dan yang bersangkutan atau wartawan tersebut,” jelasnya.
Ia menegaskan, peristiwa tersebut bukan salah tangkap, melainkan kekeliruan komunikasi dalam kondisi operasi yang bergerak cepat.
“Setelah konfirmasi ulang dan klarifikasi langsung, semuanya sudah jelas. Tidak ada persoalan lanjutan dan kami sudah saling memaafkan,” tandasnya.
Mantan Kapolsek Ternate Selatan itu menambahkan, dengan hal tersebut, Polres Ternate menegaskan komitmen untuk terus melakukan evaluasi internal serta mengingatkan seluruh personel agar selalu mengedepankan komunikasi, profesionalisme dan pendekatan persuasif dalam setiap pelaksanaan tugas, supaya operasi tetap aman dan hubungan baik dengan masyarakat tetap terjaga. (red).
















