Hukrim  

Astaga, Kepala KSOP Ternate Larang Polisi Bangun Pos Pelayanan di Pelabuhan

Perdebatan Kapolsek KP3 Ahmad Yani Ternate dan KSOP Kelas II Ternate.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Astaga, Kepala Kantor Kesyahbandaraan dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Ternate, Maluku Utara (Malut), Rushan Muhammad diduga keras melarang Polsek Kesatuan Pelaksanaan Pengamanan Pelabuhan (KP3) Ahmad Yani membangun pos pelayanan operasi Ketupat jelang idulfitri 1447 Hijriah.

Kapolsek KP3 Ahmad Yani Ternate, Iptu Mirna Oramali menceritakan, insiden pelarangan keberadaan pos pelayanaan ini terjadi setelah bersama personel bersiaga atas kunjungan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe di area Pelabuhan.

“Awalnya kami (Polsek) standby di pos pelayanan yang berada di ruang tunggu pelabuhan. Saat Wagub datang dan meninjau, beliau sempat melewati pos kami dan menyampaikan terima kasih,” ucapnya, Selasa (17/3).

Dari situ, kata dia, Kepala KSOP Rushan Muhammad bersama perwakilan PT Pelindo mendatangi pos KP3 langsung menegur dengan nada keras terkait keberadaan pos polisi di area yang disebut sebagai ring satu.

‎”Pak KSOP datang dan langsung mempertanyakan kenapa, kami mendirikan pos di situ. Saya jelaskan, itu atas perintah pimpinan dan sudah mendapat izin dari pihak Pelindo,” jelasnya.

‎Menurutnya, teguran itu disampaikan dengan nada tinggi di depan banyak orang, sehingga memicu emosi. “Saya sampaikan, saya ini menjalankan perintah pimpinan. Tapi saya di marahi di depan umum. Saya sempat bilang, beliau bukan pimpinan saya,” kesalnya.

Mirna mengatakan, dari situ Kepala KSOP langsung mendekati menyampaikan kembali bahwa area ring satu harus steril dan tidak boleh ada pembangunan pos. ‎Bahkan, KSOP meminta Kapolsek agar kedepan tidak ada personel kepolisian yang bertugas diwilayah ring satu pelabuhan.

‎‎”Kalau polisi tidak boleh masuk ring satu, bagaimana dengan pengamanan? Padahal saat kejadian KM Permata Obi sempat tertunda sampai dini hari karena kericuhan penumpang, justru polisi yang turun langsung mengamankan,” tegasnya.

‎Mirna juga menyinggung minimnya peran petugas di lapangan saat insiden tersebut terjadi. ‎”Anggota kami yang turun ke dermaga untuk mengendalikan situasi. Kalau tidak, mungkin kondisinya bisa lebih parah,” tuturnya.

‎Pasca kejadian itu, lanjutnya, langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kapolres Ternate. Pimpinan Polres bersama sejumlah pejabat utama kemudian menggelar pertemuan dengan pihak KSOP di kantor untuk mencari solusi.

Mirna berharap insiden tersebut tidak terulang dan seluruh pihak dapat bersinergi dalam memberikan pelayanan serta pengamanan kepada masyarakat, khususnya menjelang arus mudik Lebaran.

‎”Harusnya kita saling mendukung, bukan malah saling membatasi. Ini demi kepentingan masyarakat,” ucap mengakhiri.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *