TERNATE, iT- Sub Direktorat Industri Perdagangan (Subdit Indag) Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Maluku Utara (Malut), melakukan langkah proaktif guna memastikan ketersediaan bahan pokok dengan melaksanakan koordinasi bersama pihak Badan Urusan Logistik (Bulog) terkait distribusi dan stok minyak goreng subsidi merek Minyakita.
Ka Subdit I/Indag Ditreskrimsus Polda Maluku Utara, Kompol Said Aslam menyatakan, berdasarkan hasil koordinasi lapangan, masyarakat diimbau untuk tetap tenang karena ketersediaan stok Minyakita saat ini masih dalam kondisi aman dan mencukupi kebutuhan wilayah.
”Kami telah melakukan pengecekan dan koordinasi langsung dengan kepala Bulog. Untuk kuota Minyakita di Malut totalnya sebanyak 503 ton. Hingga saat ini, sebanyak 110 ton telah terealisasi ke mitra Bulog dan masyarakat,” ucapnya, Selasa (5/5).
Ia menjelaskan, sisa kuota sebanyak 393 ton saat ini sedang dalam proses pengiriman dari produsen di Surabaya. Untuk bulan Mei ini, direncanakan akan masuk tambahan pasokan sebanyak 152 ton dari PT Mahesi Surabaya.
”Proses pengiriman tambahan 152 ton diperkirakan akan dimulai pada pertengahan bulan Mei melalui dua kloter pengiriman. Saat ini pun, stok yang tersedia di gudang Bulog masih ada sebanyak 24.916 liter dalam kemasan dua liter. Jumlah ini cukup untuk memenuhi kebutuhan transisi hingga pasokan baru tiba,” jelasnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Ternate itu menuturkan, terkait adanya isu pelambatan distribusi disebabkan oleh kendala teknis operasional di Pelabuhan Surabaya, yakni adanya kerusakan pada salah satu alat berat (crane) bongkar muat. Selain itu, lanjutnya, adanya antrean pesanan dari pihak swasta juga sedikit memengaruhi kecepatan produksi di tingkat produsen.
Sebagai informasi, sesuai regulasi pemerintah, alokasi kuota untuk BUMN Pangan adalah sebesar 35 persen, sementara untuk perusahaan swasta sebesar 65 persen.
”Ditreskrimsus Polda akan terus melakukan pengawasan ketat terhadap rantai distribusi di lapangan. Kami pastikan tidak ada hambatan distribusi di wilayah kita. Kami meminta masyarakat untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan penimbunan atau panic buying,” tegasnya. (red).
















