SULA, iT– Puluhan dokter Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Kepulauan Sula, Maluku Utara ramai-ramai mogok kerja. Tindakan ini dilakukan para dokter karena insentif mereka selama tiga bulan belum dibayar terhitung sejak Maret, April, dan Mei 2025.
Dalam surat pemberitahuan yang diedarkan itu, para dokter menegaskan aksi mogok kerja dilakukan pada, 4 Juli 2025. Apabila hingga 8 Juli 2025 tuntutan belum juga dipenuhi, maka aksi akan berlanjut ke tahap berikutnya, yaitu seluruh pelayanan medis termasuk emergency dan IGD akan dihentikan.
Menggapai hal itu, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Kepulauan Sula, Suryati Abdullah mengaku, untuk hak insentif dokter tetap akan dibayar. “Terkait dengan hak-hak dokter itu tetap dibayarkan,” katanya, Jumat (4/7).
Suryati menuturkan, awalnya pembayaran insentif dokter ini direncanakan pada awal Juni 2025, namun kemudian ada keterlambatan karena terkendala pada Sistem Informasi Pemerintah Daerah (SIPD). “Ini sistemnya baru jadi, baru terbuka SIPD dari keuangan. Kurang lebih seminggu kemarin kita terkendala di situ,”ujarnya.
Ia menyatakan, proses permintaan insentif dokter ini baru akan dimulai pada Senin, 7 Juli 2025. “Insyaallah proses permintaan sudah jalan di hari Senin,”pungkasnya.(tox).
















