Hukrim  

Kapolda Ajak Masyarakat jaga Situasi Kamtibmas Selama Natal dan Pergantian Tahun

Kapolda Maluku Utara, Irjen Polisi Waris Agono. (istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara (Malut), Irjen Polisi Waris Agono, ajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang telah kondusif selama pelaksanaan perayaan Natal dan pergantian tahun 2026 di Provinsi Maluku Utara.

Hal ini disampaikan saat memaparkan delapan kesiapan dalam melaksanakan pengamanan perayaan Natal tahun 2025 dan pergantian tahun 2026 di Maluku Utara. Delapan indikator kesiapan ini meliputi, siap posko, siap personel, siap peralatan, siap anggaran dan siap perencanaan dan lain sebagainya. Kesiapan ini, karena telah dilaksanakan latihan operasi sebelum pelaksanaan dengan melibatkan seluruh peserta yang terlibat dalam pelaksanaan pengamanan.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Polisi Waris Agono menyatakan, pengamanan operasi lilin yang dilaksanakan terhitung sejak tanggal 20 Desember 2025 hingga tanggal 2 Januari 2026 tersebut melibatkan 751 personel Polri yang belum terhitung dengan personel Polri maupun unsur terkait lain. Lanjutnya, untuk menjamin pelaksanaan perayaan Natal agar berjalan aman saat ibadah, sejumlah personel telah melaksanakan sterilisasi di 1.110 gereja yang akan melaksanakan ibadah saat natal.

“Sterilisasi ini dilakukan pada gereja-gereja yang akan melaksanakan ibadah dan ini sudah dilakukan,” ujarnya dalam dialog interaktif di RRI Pro1 Ternate, Selasa (23/12).

Jenderal bintang dua itu mengakui, dalam operasi ini, pihaknya telah membangun 76 pos pelayanan, pos pengamanan dan pos terpadu yang tersebar di 10 Kabupaten dan Kota di Maluku Utara.

“Pos yang kita bangun dengan rincian adalah, pos pengamanan ada 45 titik, 21 pos pelayanan dan 10 pos terpadu,” ucapnya.

Kapolda juga menyampaikan, selama pelaksanaan natal dan tahun baru, sedikit ada 4 klaster ancaman yang terus dilakukan antisipasi diantaranya adalah, kemacetan dan penyebaran, lokasi ibadah hingga lokasi wisata. “Kita antisipasi ini karena selain Natal, kita juga menghadapi liburan tahun baru. Sehingga, lokasi wisata juga menjadi titik krusial yang harus diamankan terutama pada keselamatan wisatawan ,” katanya.

Kata dia, untuk arus mudik natal dan tahun baru, pihaknya memetakan empat kaster mulai dari orang, tempat, barang dan kegiatan dan ini semua sudah dirumuskan dalam rencana operasi.

“Ini semua sudah kami sampaikan ke seluruh pelaksana operasi baik TNI maupun instansi terkait termasuk Basarnas,” tutur mantan Wakapolda Sulawesi Tenggara (Sultra) itu.

Kapolda dalam kesepakatan tersebut juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi kamtibmas yang telah kondusif selama pelaksanaan perayaan natal dan pergantian tahun dengan aktif memberikan informasi ke kepolisian terdekat jika melihat atau mendengar adanya aksi-aksi yang dapat mengganggu kamtibmas mulai dari peredaran minuman keras hingga narkoba.

“Masyarakat harus terlibat, karena tanggungjawab keamanan bukan hanya tanggungjawab aparat keamanan tapi juga masyarakat, jadi kalau ada yang melihat terkait peredaran minuman keras, maka silahkan informasikan ke Polsek atau Polres karena kerahasiaan pelapor sudah pasti akan dijamin, ataupun bisa tangkap dan bawa langsung ke Polsek,”tuturnya.

“Saya menjamin semua laporan yang dilaporkan masyarakat akan ditindaklanjuti, saya tidak mentolerir terutama moras yang menjadi pemicu kejahatan di Maluku Utara,” sambungnya.

Sementara itu, Danrem 152/Baabullah, Brigjen TNI. Enoh Solehudin melalui Pasi Operasi, Letkol Inf. Hastiar Hatta mengatakan, Korem 152 Baabullah pada prinsipnya selalu siap bersinergi dengan Polri dalam menjaga situasi kedamaian khususnya di Maluku Utara selama perayaan natal dan pergantian tahun.

“Kita selalu bersinergi sehingga kegiatan Natal dan tahun baru di Maluku Utara dapat berjalan tanpa ada gangguan apapun,” katanya.

Senada disampaikan oleh, Kepala Basarnas Ternate, Iwan Ramdani dalam kesempatan tersebut mengakui, dalam operasi nataru 2025, pihaknya telah melaksanakan siaga terhitung sejak tanggal 18 Desember 2025 hingga 5 Januari 2026.

Lanjutnya, dalam operasi ini, pihaknya mengantisipasi kerawanan kedaruratan mulai dari hidrometeorologi maupun kondisi membahayakan manusia seperti orang hilang di gunung maupun orang yang membutuhkan evakuasi.

“Kami basarnas akan selalu siap 1×24 jam jika ada situasi yang membahayakan yang memang membutuhkan pertolongan maupun lain sebagainya,” tandasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *