SOFIFI, iT- Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Polisi Waris Agono, kembali mengeluarkan imbauan kepada seluruh masyarakat agar tetap meningkatkan kewaspadaan pascagempa bumi dari besar hingga kecil yang telah mengguncang beberapa wilayah di Indonesia termasuk Maluku Utara.
Imbauan ini disampaikan langsung, Irjen Polisi Waris Agono menyusul adanya gempa susulan yang dirasakan di Maluku Utara dengan magnitudo 5,8 SR. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah mencatat hingga pukul 21.30 WIB, total gempa bumi susulan (aftershock) yang tercatat mencapai 246 gempa bumi dengan magnitudo terkecil M1,7 dan terbesar M5.8.
“Dengan catatan gempa yang dikeluarkan BMKG per hari ini, saya meminta masyarakat untuk tetap waspada dan tidak panik saat terjadi gempa susulan,” harapnya.
Orang nomor satu Polda Maluku Utara itu juga meminta agar masyarakat tidak mudah terpengaruh dengan isu yang tersebar luas di media sosial (medsos) tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya sebelum ada konfirmasi resmi dari BMKG atau pihak terkait.
Sesuai data yang tercatat di Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Maluku Utara, beberapa wilayah mengalami dampak akibat gempa awal dengan magnitudo 7,6 SR.
Beberapa wilayah yang dilaporkan terdampak diantaranya, Kota Tidore Kepulauan, Kota Ternate, Halmahera Barat, Halmahera Tengah, Halmahera Selatan dan Halmahera Timur.
Di Kota Ternate khususnya di Kecamatan Pulau Batang Dua, Kapolda Maluku Utara telah menerjunkan 11 personel dari Polres Ternate dan 8 personel Brimob Polda Maluku Utara yang diberangkatkan menggunakan Kapal Negara Perintis (KNP) milik KSOP Kelas II Ternate bersama dengan tim gabungan berjumlah 358 orang yang disertai dengan logistik atau kebutuhan warga yang terdampak akibat gempa.(red).
















