MABA, iT- Menjaga kondusivitas keamanan pascakejadian antar Desa Banemo dan Desa Sibenpope, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Pemerintah Daerah (Pemda) bersama TNI-Polri melaksanakan pertemuan dengan tokoh-tokoh masyarakat di Desa Sowoli, Halmahera Timur (Haltim), Jumat (03/04) sore.
Kegiatan yang berlangsung di wilayah perbatasan Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub, Kapolres Halmahera Timur, AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah serta Danbrigif 28/Barifola, Kolonel Infanteri Rinto Wijaya bersama sejumlah pejabat lainnya.
Pertemuan ini digelar sebagai langkah preventif guna meredam potensi konflik serta memperkuat komunikasi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat, khususnya di wilayah perbatasan yang memiliki kedekatan sosial dengan masyarakat Kecamatan Patani Barat.
Bupati Halmahera Timur, Ubaid Yakub menyampaikan, keprihatinan atas kejadian yang terjadi di Patani Barat. Ia mengimbau masyarakat untuk tetap menjaga persaudaraan dan tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang dapat memperkeruh situasi.
“Pemerintah daerah bersama TNI-Polri berkomitmen penuh untuk menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat. Kami berharap seluruh masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh informasi yang belum tentu benar,” harapnya, Sabtu (4/4).
Sementara itu, Kapolres Halmahera Timur, AKBP Bobby Kusuma Ardiansyah menegaskan, pihak kepolisian, baik dari Polres Halmahera Tengah maupun Polda Maluku Utara, telah mengambil langkah-langkah penanganan secara komprehensif, baik preventif maupun represif sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
“Kami imbau masyarakat agar menahan diri dan tidak melakukan tindakan yang melanggar hukum serta mempercayakan sepenuhnya penanganan situasi kepada pihak kepolisian,” ujar Mantan Kapolres Pulau Morotai itu.
Terpisah, Danbrigif 28/Barifola, Kolonel Infanteri Rinto Wijaya menegaskan, komitmen TNI bersama Polri untuk terus bersinergi dalam menjaga keamanan wilayah, khususnya di daerah perbatasan.
“Kami mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga kondusivitas dan tidak terpengaruh oleh provokasi yang dapat memicu konflik lanjutan,” ucapnya.
Desa Sowoli sendiri merupakan wilayah perbatasan antara Kabupaten Halmahera Timur dan Kabupaten Halmahera Tengah, di mana masyarakatnya memiliki hubungan kekerabatan dengan warga Kecamatan Patani Barat. Kondisi ini dinilai memerlukan perhatian khusus guna mencegah meluasnya dampak konflik.
Dari hasil pertemuan tersebut, para tokoh masyarakat Desa Sowoli menyatakan komitmen bersama untuk tetap menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat agar tetap aman dan kondusif, khususnya di wilayah perbatasan.(red).
















