Hukrim  

Polda Maluku Utara: 1.457 Casis Bintara Lulus, 283 Gugur Rikkes

Karo SDM Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Ali Wardana, saat melakukan pemantauan langsung Rikkes.(Dok.Humas Polda).
banner 120x600

SOFIFI, iT- Sebanyak 1.740 peserta calon siswa (Casis) Bintara pada Polda Maluku Utara (Malut) selama 12 hari telah menyelesaikan pelaksanaan pemeriksaan kesehatan (Rikkes) tahap satu dalam rangka penerimaan terpadu anggota Polri tahun anggaran 2026.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Ali Wardana menyampaikan, pemeriksaan kesehatan dilaksanakan mulai hari Minggu, 12 April hingga Kamis, 23 April 2026. Pelaksanaan kegiatan bertempat di dua lokasi, yakni aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi dan aula Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Maluku Utara.

“Dalam pelaksanaan pemeriksaan kesehatan tahap satu ini meliputi berbagai aspek, di antaranya pemeriksaan kondisi fisik umum hingga deteksi dini terhadap potensi gangguan kesehatan yang dapat mempengaruhi kinerja calon anggota Polri di masa depan,” ucapnya, Sabtu (25/4).

Kata dia, berdasarkan data hasil kegiatan, jumlah total peserta Bintara Polri yang mengikuti Rikkes tahap satu sebanyak 1.740 orang. Jumlah tersebut di antaranya, Bintara Kemampuan SPKT sebanyak 1.621 orang (1.380 pria dan 241 wanita), Bintara Intelijen sebanyak 72 orang (62 pria dan 10 wanita), Bintara Rekpro 5 orang pria, Bintara Bakomsus sebanyak 12 orang (6 pria dan 6 wanita) serta Bintara Polair sebanyak 30 orang pria.

“Dari keseluruhan peserta hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa sebanyak 1.457 orang atau 84 persen dinyatakan memenuhi syarat (MS), yang terdiri dari 1.250 pria dan 207 wanita. Sementara itu, sebanyak 283 orang atau 16 persen dinyatakan tidak memenuhi syarat (TMS) dengan rincian 233 pria dan 50 wanita,” katanya.

Ali Wardana menjelaskan, bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian seleksi yang wajib diikuti oleh seluruh peserta calon Bintara Polri.

“Pemeriksaan kesehatan menjadi salah satu tahapan penting guna memastikan para calon anggota Polri memiliki kondisi fisik yang prima serta memenuhi standar kesehatan yang telah ditetapkan oleh institusi,” jelasnya.

Karo SDM memastikan seluruh proses berjalan sesuai dengan prosedur operasional standar (SOP) serta menjunjung tinggi prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis). Ia juga menekankan pentingnya integritas panitia dan objektivitas dalam setiap tahapan seleksi.

“Seleksi ini harus benar-benar dilaksanakan secara transparan dan objektif. Tidak boleh ada praktik yang mencederai kepercayaan masyarakat terhadap institusi Polri,” tegasnya.

“Polda Maluku Utara berkomitmen untuk terus menghasilkan sumber daya manusia Polri yang unggul, profesional, dan berintegritas melalui proses seleksi yang ketat, transparan, dan akuntabel,” sambung mengakhiri. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *