MABA, iT- Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Timur (Haltim), Maluku Utara (Malut), menggelar rapat koordinasi bersama Pemerintah Daerah (Pemda) hingga stakeholder terkait untuk perkuat sinergitas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Halmahera Timur, pada, Sabtu (4/4).
Kegiatan yang berlangsung di Aula Polres Halmahera Timur dihadiri oleh Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Hairul Rifat, Kapolres Halmahera Timur AKBP Bobbu Kusuma Ardiansyah, Wakapolres Kompol Ayub Patty, Kadis PMD Khalid Abbas, Camat Maba Yohanis Tahalele, unsur TNI, tokoh adat, tokoh agama, para kepala desa, serta Karang Taruna.
Kapolres Halmahera Timur, AKBP Bobbu Kusuma Ardiansyah menyampaikan, apresiasi kepada seluruh pihak yang hadir sebagai bentuk komitmen bersama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Halmahera Timur.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tetap menjaga situasi kamtibmas yang aman dan kondusif serta tidak mudah terprovokasi oleh isu-isu yang berkembang, khususnya yang bernuansa SARA.
“Setiap permasalahan agar diselesaikan melalui dialog dan koordinasi. Sinergi antara aparat keamanan, pemerintah daerah, dan masyarakat sangat penting dalam mencegah konflik sosial,” ucapnya.
“Aparat keamanan tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang mencoba memperkeruh situasi atau melakukan pelanggaran hukum yang dapat mengganggu stabilitas wilayah,” tegas mantan Kapolres Pulau Morotai itu.
Sementara itu, Sekretaris Daerah Halmahera Timur, Ricky Hairul Rifat mengimbau seluruh pemerintah kecamatan, pemerintah desa, tokoh adat, tokoh masyarakat, hingga seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di wilayah masing-masing.
“Pentingnya penyelesaian setiap permasalahan secara cepat, agar tidak berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” harapnya.
Ricky juga menyoroti pentingnya menjaga nilai Fagogoru atau kebersamaan dan persaudaraan yang menjadi kearifan lokal masyarakat Maluku Utara, serta mengajak masyarakat untuk tetap bersimpati tanpa terlibat dalam tindakan yang dapat merugikan.
Hal senada disampaikan, tokoh Adat Qiyamalah Sangaji Maba mengajak masyarakat untuk menjunjung tinggi nilai-nilai adat dan budaya sebagai landasan dalam menjaga persatuan.
“Setiap permasalahan hendaknya diselesaikan melalui musyawarah dan mekanisme adat tanpa mengedepankan kekerasan,” tuturnya.
Kepala Dinas (Kadis) PMD, Chalid Abas juga mendorong para kepala desa untuk aktif melakukan deteksi dini terhadap potensi konflik di wilayahnya, serta meningkatkan koordinasi dengan aparat keamanan.
Sementara, Plh FKUB Kabupaten Halmahera Timur menegaskan, pentingnya peran tokoh agama dalam menjaga toleransi dan memberikan pemahaman yang menyejukkan kepada masyarakat.(red).
















