SULA, iT- Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Mangoli Utara, Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul) Selasa malam tadi mengakibatkan rumah warga di Desa Modapuhi Trans dan Saniahaya terendam banjir diduga ulah dari PT Sampoerna serta Kalpika Wanatama.
Pardi Umasugi, salah satu warga Desa Modapihi Trans dalam keterangannya yang dibagikan di grup WhatsApp informasi Sula menyatakan, banjir terjadi di desa tersebut pada pukul 00.00 WIT dini hari. “Terjadi banjir di Desa Modapuhi Trans pada jam 24.00 malam. Ini luapan dari sungai Mahigo,” tulis Pardi Umasugi di WhatsApp grup Informasi Sula, Rabu (16/7).
Menurutnya, selama ini belum pernah terjadi banjir seperti ini di desa, namun setelah adanya pengelolaan kayu dari perusahan PT Sampoerna dan PT Kalpika Wanatama di arel sungai Mahigo dan Modapuhi, sehingga terjadi banjir seperti ini. “Untuk itu, kami masyarakat Desa Modapuhi Trans meminta kepada pihak perusahan Sampoerna dan Kalpika Wanatama yang telah beroperasi pengolahan kayu di areal sungai Mahigo dan sungai Modapuhi agar dapat memperhatikan dampaknya,” ujarnya.
Sementara, Humas PT Sampoerna Kayoe, Kuswandi Buamona saat dihubungi wartawan melalui pesan WhatsApp terkait pernyataan warga tersebut belum direspon hingga tulisan ini dipublis.
Sebelumnya, banjir tersebut juga menyebabkan dua orang warga meninggal dunia. Kedua korban itu adalah, berinisial MU dan AS (16 tahun) merupakan ibu dan anak. (tox).
















