TIDORE, iT- Siswa Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Maluku Utara (Malut) sedang melaksanakan latihan kerja (Latja) di Polresta Kota Tidore Kepulauan dan Polres Ternate menggelar kegiatan kohesi sosial. Kohesi sosial untuk siswa Latja SPN Polda Maluku Utara tersebut, dilaksanakan pada dua lokasi baik di Polresta Tidore maupun Kota Ternate sebagai lokasi Latja para siswa.
Di Polresta Tidore, 60 siswa Latja menggelar kegiatan kohesi di lokasi panti asuhan hingga lokasi pasar tradisional. Sementara 68 siswa yang ditempatkan di Polres Ternate melaksanakan kegiatan kohesi berupa pembersihan rumah ibadah seperti masjid, gereja hingga vihara. Sebelumnya pada 2 November 2025, 128 siswa Diktukba Polri angkatan ke-53 tahun 2025 yang mengikuti Latja di Polresta Tidore dan Ternate mengikuti upacara pelepasan yang dipimpin langsung Kepala SPN Polda Maluku Utara, Kombes Pol Anjas Gautama Putra.
Latja tersebut, dimaksudkan untuk mengaplikasikan pengetahuan para Siswa Bintara yang diterima selama 4 bulan menjalani proses belajar di satuan pendidikan SPN Polda Maluku Utara. Selama Latja para siswa didampingi oleh para mentor di satuan kewilayahan untuk memandu siswa dalam praktek kerja pada 5 fungsi teknis Kepolisian yakni seperti Intel, Reserse, Sabhara, Lalu Lintas dan Binmas.
Selain melaksanakan praktek kerja, para siswa yang didampingi para pengasuh dibawah kendali Ipda Musriadi di Polres Ternate dan Ipda Wasito di Polresta Tidore.
Kepala SPN Polda Maluku Utara, Kombes (Pol) Anjas Gautama Putra menyatakan, kohesi sosial untuk siswa Latja ini sebagai wujud membangun hubungan dengan masyarakat melalui kerja bakti.
“Saya sangat menekankan bahwa tugas utama Polri adalah melayani masyarakat sehingga siswa Diktukba yang merupakan cikal bakal Polri di masa depan harus berorientasi pada bekerja untuk mewujudkan Polri sebagai penjaga kehidupan, pembangun peradaban dan pejuang kemanusiaan,” ujarnya, Sabtu (8/11).
Di Satuan pendidikan lanjutnya, SPN juga membuka diri bagi warga masyarakat yang dapat berkontribusi dalam memberikan sumbangsih pemikiran untuk perbaikan Polri di masa mendatang, sehingga saran perbaikan akan dipadukan dengan pola kurikulum yang sudah ditetapkan oleh Lemdiklat Polri
Selaku Ka SPN, ia juga berterima kasih kepada Kapolresta Tidore dan Kapolres Ternate serta seluruh masyarakat yang telah memberi ruang ekspresi kepada siswa Diktukba Polri angkatan ke-53 dalam pelaksanaan Latihan Kerja, karena Polri lahir dari Rakyat dan sepenuhnya akan kembali mengabdi bagi kepentingan rakyat.
“Intinya, kohesi sosial yang dilaksanakan ini untuk mengaplikasikan materi pelajaran yang diterima di SPN untuk dipraktekkan secara nyata kepada masyarakat,” pungkas menutup.(red).
















