TERNATE, iT- Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Ternate, Maluku Utara (Malut), belum berhasil mengungkapkan terduga pelaku dugaan kasus pencurian uang ratusan juta rupiah yang terekam Closed Circuit Television (CCTV) di salah satu kios dan rumah makan di Kelurahan Mangga Dua Utara, Kecamatan Kota Ternate Selatan, Kota Ternate.
Artinya, terduga pelaku pencurian hingga saat ini belum tertangkap dan masih berkeliaran setelah melakukan aksi pencurian yang dilakukan dan merugikan korban ratusan juta itu. Aksi pencurian yang dilakukan oleh seorang pria menggunakan helm dan sweter tersebut, dilakukan pada pagi jelang siang hari pada Kamis, 5 Maret 2026.
Korban sekaligus pemilik kios dan rumah makan, Nova Ardi (44 tahun) menjelaskan, aksi tersebut dilakukan oleh seorang pria saat situasi kios dalam keadaan sepi.
“Kejadian itu terjadi sekitar pukul 10.07 WIT dan memang situasi kios tidak terlalu ramai,” katanya, Selasa, (24/3).
Kata dia, dalam rekaman CCTV terduga pelaku yang menggunakan motor metik putih terlihat memantau situasi kios sembari melangkah masuk dan mengambil sebuah tas samping milik korban yang berisi uang ratusan juga.
“Pelaku saat keluar, memang bertemu dengan anak perempuan saya. Anak saya tidak sadar dan baru sadar setelah pelaku berhasil kabur menggunakan motor,” jelasnya.
Lanjutnya, kasus itu sudah dilaporkan pada saat kejadian tersebut ke Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Ternate dengan bukti surat tanda penerimaan laporan nomor: STPL/124/III/2026/SPKT/Res Ternate/ Polda Maluku Utara yang ditandatangani Banit SPKT Shit A, Brigpol Iksan M. Bakar dengan pelapor anak korban atas nama, M. Tegas Imam Muzady.
“Saat kejadian anak saya langsung membuat laporan di Polres, karena saya sudah shock,” tuturnya.
Ia mengatakan, setelah laporan tersebut dibuat anaknya sempat dimintai keterangan oleh tim penyidik Satreskrim dan menyampaikan akan diberikan informasi dua atau tiga hari kedepan.
“Katanya nanti mereka hubungi karena sudah ada nomor kontak, tapi tidak hubungi kami sebagai pelapor. Bahkan saat kami menghubungi untuk meminta kejelasan, kita seakan dipimpong untuk menghubungi penyidik yang lain. Setelah kami hubungi ternyata tidak direspon,” katanya.
Terpisah, Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto melalui Kasat Reskrim, AKP Bakry Syahruddin mengakui, kasus tersebut masuk dalam atensi untuk dilakukan pengungkapan.
“Penyelidikan terus dilakukan secara maraton, bahkan pelaku yang terekam dalam CCTV juga terus kami perdalam untuk lebih jelas,” pungkasnya. (red).
















