TERNATE, iT- Viral, oknum di Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Ternate, Maluku Utara berinsial R diduga melakukan pungutan liar (Pungli) berupa uang kepada orang tua calon pasukan pengibar bendera (Capaska) pada 17 Agustus 2026 dengan dalih untuk konsumsi hingga refreshing.
Padahal, semua item konsumsi, ikat pinggang, baju purnah hingga refreshing tersebut telah dianggarkan melakukan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) Kota Ternate dari latihan sampai pengibar bendara pada 17 Agustus 2026 sekitar Rp700 jutaan. Selain itu, per anggota Pasukan Pengibar Bendera Merah Putih (Paskibrak) melalui orang tuanya masing-masing juga diminta atau dipatok uang senilai Rp250 ribu untuk biaya refreshing.
Permintaan uang konsumsi yang diminta diberikan atau dikumpulkan oleh orang tua Capaska bervariasi. Uang partisipan itu ada yang berikan Rp50 ribu dan Rp100 ribu. Sedangkan, uang untuk dengan dalih digunakan refreshing di Jikomalamo diminta atau patok per orang Rp250 ribu. Harga tersebut dikalikan dengan jumlah anggota Paskibraka Kota Ternate berjumlah 42 orang uang yang terkumpul sekitar Rp11,25 juta. Jika anggota Paskibraka berjumlah 62 orang uang yang akan terkumpul sebanyak Rp15,5 juta.
Sejumlah orang tua/wali juga keberatan. Pasalnya, hal itu sudah menjadi tanggungjawab dari panitia.
“Karna yang namanya pasukan sudah bergabung maka semua makan minum di tanggung panitia,” ucap salah satu orang tua wali.
“Sekedar info saja baju purna itu yang akan dipakai pada saat pulang dari Karantina. Karena baju purna adalah baju organisasi maka dibeli sendiri bukan tanggungan pemerintah,” ucap salah satu anggota grup yang diterima media ini.
Ada orang tua/wali juga menyampaikan, uang orang tua lebih banyak keluar dari awal hingga selesai. “Di Koter dari awal pradiklat sampai selesai diklat banyak uang orang tua yang keluar. Kalau di Provinsi semua ditanggung panitia penyelenggara, karena sudah diamggarkan” tuturnya.
“Mohon maaf untuk orang tua. Saya tahu disini banyak orang tua yang bukan dari kalangan pekerja PNS, Polri/TNI. Saran saya jika memang ini hanya untuk refreshing ada baiknya biarkan anak-anak sendiri yang bawa uang Rp250 ribu untuk mereka pegang atau mungkin bisa kita bawa makanan saja biar buat makan semuanya. Kasiang yang dari Batang Dua dll. Itu juga harus kita pikirkan,” ujarnya dalam percakap grup WhatsApp.
“Mereka latihan sebulan lebih. Harus diapresiasi. Pelatih, panitia, pamong, mereka sudah dapat honor mereka bahkan lebih besar dari anak-anak kita. Mohon maaf ya. Mungkin anggaran Koter dan anggaran Pemprov tidak sama, tapi di Provinsi anak-anak di apresiasi lebih,” sambungnya.
“Di kasih cendramata laptop, baju PDU satu stel, baju hitam putih satu stel, baju latihan tiga pasang, jaket satu, batik satu, sepatu olahraga dua dan honor Rp2,6 juta tamba transportasi Rp180 ribu. Itu bentuk apresiasi buat anak-anak yang sudah cape latihan di lapangan dan berhasil. Mohon maaf ibu-ibu ini refreshing ngumpulin uang Rp250 ribu untuk apa? Baru tahu soalnya. Karena di Provinsi biasanya refreshing semua dktanggung panitia biayanya. Beda-beda ya,” tambahnya.
Ia mengaku, untuk pengumpulan uang Rp250 ribu dari orang tua untuk refreshing banyak sekali yang keberatan. “Banyak sekali yang keberatan, termasuk saya. Maaf jika anak-anak disuru bawa makanan tidak apa-apa. Biar kami orang tua bawa makanan masing-masing,” ujarnya.
Pungli kepada Paskibraka ini dilakukan oknum pegawai Kesbangpol diduga diketahui oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kakesbangpol) Kota Ternate, Nuryadin Rachman dan Sekretaris Kesbangpol, Ikram Halil, namun dilakukan pembiaran.
Keduanya sudah harus dievaluasi oleh Wali Kota Ternate. Bahkan juga harus diperiksa bersama oknum-oknum yang diduga terlibat Pungli haris diperiksa oleh Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Ternate.
Sementara, Kakesbangpol Kota Ternate, Nuryadin Rachman saat dikonfirmasi wartawan media ini Senin (24/8) via WhatsApp tidak merespon terkait hal tersebut hingga berita ini dipublikasikan.
Sebagai informasi, anggaran pembentukan Paskibraka Kota Ternate tahun 2026 mencapai lebih dari Rp700 juta. (red).
















