Daerah  

Dorong Transformasi Digital-Penguatan SDM, GP Ansor dan Pemuda Muhammadiyah Apresiasi Gubernur Sherly

Muhammad Fadly (kanan) dan Syarif Abdullah (kiri). (Istimewa)
banner 120x600

SOFIFI, iT – Dua organisasi kepemudaan Islam di Maluku Utara (Malut) menyampaikan apresiasi atas komitmen Gubernur Sherly Tjoanda, yang mendorong transformasi digital di lingkungan Pemerintah Provinsi melalui penguatan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE).

Dua organisasi kepemudaan tersebut, yakni PW GP Ansor Maluku Utara dan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara.


Ketua PW GP Ansor Maluku Utara, Syarif Abdullah, menilai langkah Gubernur melakukan kunjungan belajar ke Jawa Timur sebagai bentuk kepemimpinan yang terbuka dan progresif.

“Belajar dari daerah yang memiliki capaian SPBE tinggi menunjukkan keseriusan untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan. Transformasi digital bukan sekadar modernisasi sistem, tetapi fondasi penting untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan akuntabel,” ungkap Syarif, Selasa (3/2).

Mantan Ketua Ansor Kota Ternate itu bilang, upaya melengkapi regulasi pendukung seperti SK dan Pergub menjadi bagian penting agar transformasi tersebut memiliki dasar hukum yang kuat serta berjalan berkelanjutan.

“Prinsipnya, kami mendukung sekaligus siap mengawal agar transformasi ini benar-benar menyentuh pelayanan publik dan pemberantasan praktik birokrasi yang tidak efektif,” tandasnya.

Senada, Ketua PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara, Muhammad Fadly, menyampaikan bahwa digitalisasi pemerintahan saat ini bukan lagi pilihan, melainkan keharusan.

“Di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, pelayanan publik harus beradaptasi agar semakin efektif, efisien, dan responsif. Digitalisasi akan meminimalisir birokrasi yang berbelit serta memperluas akses masyarakat terhadap layanan pemerintah,” singkat Fadly, mengakhiri.

Diketahui, kedua organisasi ini mengapresiasi langkah Pemerintah Provinsi yang tak hanya fokus pada penguatan sistem pemerintahan digital, tetapi juga pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, termasuk penguatan pendidikan vokasi dan rencana pengiriman putra-putri Maluku Utara untuk belajar di SMKN 4 Malang.

Dua organisasi Islam di Malut itu menilai transformasi yang berkelanjutan harus bertumpu pada dua pilar utama, yaitu sistem yang kuat dan SDM yang unggul. Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan elemen kepemudaan menjadi penting dalam membangun ekosistem pemerintahan digital yang inklusif dan berkemajuan.

PW GP Ansor Maluku Utara dan PW Pemuda Muhammadiyah Maluku Utara menyatakan kesiapan untuk mendukung agenda transformasi tersebut melalui penguatan literasi digital, partisipasi pengawasan publik, serta peningkatan kapasitas generasi muda.

Kedua organisasi itu pun berharap langkah ini dijalankan secara konsisten dan berkesinambungan, sehingga Maluku Utara dapat menjadi provinsi yang unggul dalam pelayanan publik berbasis digital dan mampu bersaing di tingkat nasional. (red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *