TERNATE, iT – Dosen Program Studi Budidaya Perairan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK) Universitas Khairun (Unkhair) telah menunjukkan peran aktif dalam mendorong hilirisasi hasil perikanan melalui pengembangan produk pangan berbasis ikan dan udang.
Ini dapat diliha dari berbagai produk olahan inovatif yang dihasilkan, sehingga tak hanya menonjolkan kualitas bahan baku lokal, tetapi dirancang dengan kemasan modern dan siap bersaing di pasar yang lebih luas.
Salah satu inovator, Waode Munaeni, mengatakan, pengembangkan produk ikan nila ini, marinasi beku dan udang vaname beku dengan merek Khairun Fish dan Khairun Shrimp.
Produk ini diolah dari bahan baku segar, dipilih hasil budidaya dengan menggunakan sistem bioflok yang telah dikembangkan beberapa tahun terakhir.
“Hasil budidaya ini kemudian diproses dengan standar kebersihan yang ketat, serta menggunakan teknologi pembekuan yang mampu menjaga kesegaran, cita rasa dan untuk nilai gizi tinggi,” ungkapnya, Sabtu (20/12).
Untuk ikan nila kata Waode, dalam pembuatannya dibersihkan dan diberikan dengan bumbu segar tanpa pengawet, kemudian digoreng atau di bakar. Sehingga keunggulan utama produk ini terletak pada kepraktisan, daya simpan yang lebih lama tanpa bahan pengawet berbahaya, serta kemasan berlabel yang informatif dan menarik untuk kebutuhan rumah tangga maupun pasar kuliner modern.
“Jadi produk ini terjamin berkualitas dan mndukung kebutuhan rumah tangga serya pasar kuliner moderen di Maluku Utara,” tandasnya.
Senada Dosen Budidaya Perairan lainya, Rovina Andriani, mengaku menghadirkan produk abon ikan tuna dengan merek KhairunQu. Abon ikan itu diolah dari ikan berkualitas tinggi dengan cita rasa khas, tekstur lembut, serta kandungan protein yang baik.
“Produk Abon Ikan Tuna KhairunQu menjadi alternatif pangan praktis, bergizi, dan digemari berbagai kalangan, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa,” jelasnya.
Dirinya mengaku, seluruh produk berlabel Khairun Fish, Khairun Shrimp dan Abon Ikan Tuna KhairunQu telah dipromosikan secara aktif dalam berbagai kegiatan expo dan pameran, baik yang diselenggarakan oleh Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan maupun Universitas Khairun yang bekerjasama dengan beberapa instansi pemerintah daerah.
“Partisipasi dalam berbagai ajang tersebut menjadi sarana strategis untuk memperkenalkan inovasi dosen kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang kerja sama dan pengembangan usaha berbasis perikanan,” kata dia.
Rovina juga menyatakan, sebagai bentuk perlindungan dan penguatan nilai inovasi seluruh produk tersebut. Pihaknya saat ini, dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Langkah ini menunjukkan komitmen Universitas Khairun dalam mendukung dosen tidak hanya sebagai pendidik dan peneliti, tetapi juga sebagai inovator yang mampu menghasilkan produk unggulan berbasis sumber daya perikanan lokal,” tuturnya mengakhiri. (red).
















