Hukrim  

Drone Dikerahkan untuk Pencarian Tiga Korban Erupsi Gunung Dukono

Tim SAR Gabungan lakukan pencarian korban erupsi Gunung Dukono di Halmahera Utara.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TOBELO, iT- Operasi tim SAR Gabungan hari kedua terhadap tiga pendaki yang dilaporkan hilang saat erupsi gunung Dukono, Kabupatem Halmahera Utara (Halut), Maluku Utara (Malut), mengerahkan drone untuk melakukan pencarian korban dari udara.

Komandan Satuan (Dansat) Brimob Polda Maluku Utara, Kombes Polisi Handri Wira Suriyana menjelaskan, saat ini tim Brimob Polda masih bersiaga di Posko SAR terpadu yang berada di Desa Mamuya, Kecamatan Tobelo, Halmahera Utara.

“Tim Drone akan dikerahkan untuk membantu pemantauan udara guna menemukan titik lokasi tiga orang pendaki yang belum ditemukan,” ucapnya, Sabtu (9/5).

Ia mengakui, selain tim drone yang berjumlah 6 personil, pihaknya juga menerjunkan 30 personel pencarian dan penyelamatan yang bergabung dengan tim SAR.

“Kami akan mengoptimalkan proses pencarian dan penyelamatan korban. Kami berharap seluruh korban dapat segera dievakuasi dan proses pencarian berjalan dengan lancar,” tuturnya.

Kata dia, dalam operasi yang dilaksanakan sejak hari pertama kemarin, tim gabungan berhasil menyelamatkan sedikitnya 17 pendaki yang merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Singapura maupun warga lokal di puncak Dukono.

Sementara tiga orang pendaki yang masih dalam proses pencarian ini masing-masing adalah, Shahin Muhrez Bin Abdul Hamid sebagai WNA (27 tahun), Heng Wen Qiang Timothy sebagai WNA (30 tahun) dan Enjel berkewarganegaraan Indonesia.

”Tiga orang pendaki yang masih dalam pencarian, dua diantaranya merupakan WNA dan satu orang lain merupakan warga lokal dari Maluku Utara,” pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *