SOFIFI, iT- Ketua Umum Bhayangkari yang juga istri Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia (Kapolri), Juliati Sapta Dewi Magdalena Listyo, melaksanakan sejumlah rangkaian kegiatan saat kunjungan kerja (Kunker) di Kepolisian Daerah (Polda) Maluku Utara (Malut) dan jajaran Polres.
Sejumlah rangkaian kegiatan itu disampaikan langsung oleh, Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) Maluku Utara, Irjen Polisi Arif Budiman kepada awak media saat ditemui di Ternate pada Kamis (27/8).
Kapolda menyatakan, sebelumnya Ketua Umum Bhayangkari bersama rombongan telah melaksanakan kegiatan Bhayangkari Peduli di Nusa Tenggara Timur (NTT), khususnya dalam rangka memberikan perhatian dan kepedulian kepada masyarakat yang berada di lokasi terdampak bencana.
Setelah dari NTT, rangkaian kegiatan tersebut kemudian dilanjutkan ke Maluku Utara. Ketua umum Bhayangkari bersama rombongan melaksanakan dua kegiatan utama, yaitu bakti kesehatan dan bakti sosial.
“Dalam rangkaian tersebut, Bhayangkari juga memberikan bantuan untuk pembangunan sumur bor dan MCK bagi masyarakat sebagai bentuk kepedulian terhadap kebutuhan dasar masyarakat, khususnya akses air bersih dan sanitasi,” katanya.
Lanjutnya, kegiatan ini merupakan bagian dari program Bhayangkari Peduli yang secara rutin dilaksanakan di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap pelaksanaan tugas polri sekaligus wujud pengabdian Bhayangkari kepada masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bhayangkari berupaya hadir secara langsung di tengah masyarakat, memberikan pelayanan kesehatan, bantuan sosial, serta membantu memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.
“Bakti kesehatan merupakan salah satu kegiatan utama dalam rangkaian Bhayangkari Peduli di Maluku Utara. Kegiatan ini dilaksanakan untuk memberikan pelayanan kesehatan secara langsung kepada masyarakat dengan menyasar masyarakat umum maupun kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus,” jelasnya.
Kata Kapolda, rangkaian bakti kesehatan dilaksanakan di dua tempat, yakni di Polda Maluku Utara dan RSUD Tobelo, Halmahera Utara.
Pemeriksaan kesehatan gratis sejumlah 1.100 orang, sunatan massal sejumlah 50 anak, pemeriksaan kesehatan gigi untuk anak SLB dan SD sejumlah 30 anak, pemeriksaan mata dan pembagian kacamata baca untuk 100 orang lanjut usia serta pemeriksaan kesehatan ibu hamil dan pemberian vitamin sejumlah 100 orang.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan anak stunting sekaligus pemberian bantuan sejumlah 145 anak, pemberian alat bantu bagi masyarakat penyandang disabilitas dan lanjut usia yang membutuhkan sejumlah 50 orang, operasi bibir sumbing sejumlah 3 orang dan operasi katarak sejumlah 30 orang.
“Melalui kegiatan diharapkan masyarakat dapat memperoleh akses pelayanan kesehatan secara langsung, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian dan pelayanan kesehatan,” tuturnya.
Selain bakti kesehatan, lanjutnya, rangkaian Bhayangkari Peduli di Maluku Utara juga dilaksanakan melalui bakti sosial. Bakti sosial meliputi pemberian bantuan sosial kepada masyarakat serta pembangunan sarana MCK dan sumur bor.
“Pemberian bantuan sosial (bansos) kepada masyarakat yang membutuhkan sejumlah 2.500 paket. Bantuan tersebut diberikan sebagai bentuk kepedulian dan empati untuk membantu meringankan kebutuhan masyarakat. Pembangunan MCK dan sumur bor sebagai bagian dari bakti sosial. Bhayangkari juga memberikan bantuan pembangunan MCK dan sumur bor bagi masyarakat,” ujarnya.
Jenderal bintang dua itu menyatakan, pembangunan ini ditujukan untuk membantu masyarakat dalam memenuhi kebutuhan dasar, khususnya air bersih dan sanitasi yang layak, terlebih saat ini sedang musim kemarau panjang. Secara keseluruhan, pembangunan yang diberikan meliputi tiga titik pembangunan MCK dan enam titik pembangunan sumur bor. Pembangunan tersebut tersebar di dua wilayah yang ada di Kota Tidore Kepulauan dan Kabupaten Halmahera Utara.
Kota Tidore Kepulauan MCK sebanyak dua titik diantaranya Desa Akekolano satu titik MCK dan Desa Galala satu titik MCK. Sedangkan, sumur bor sebanyak tiga titik dianataranya, Desa Akekolano satu titik sumur bor dan Desa Galala dua titik sumur bor. Sementara, di Kabupaten Halmahera Utara MCK sebanyak satu titik di Desa Talaga Paca dan sumur bor sebanyak tiga titik. Satu di Desa Talaga Paca, satu di Desa Supu dan satu di Desa Ngofakiaha.
“Total pembangunan sarana dasar dalam rangka Bhayangkari Peduli di Maluku Utara mencapai sembilan titik, yang terdiri dari tiga titik MCK dan enam titik sumur bor yang tersebar di enam Desa di dua wilayah Kota Tidore dan Halmahera Utara,” jelasnya.
Mantan Danpasbrimob II Korbrimob Polri menyampaikan, pembangunan sarana tersebut diharapkan dapat memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat, terutama dalam memenuhi kebutuhan air bersih serta meningkatkan kualitas sanitasi dan kesehatan lingkungan.
“Bagi kami, kegiatan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi merupakan bentuk nyata kepedulian dan pengabdian kepada masyarakat. Kehadiran Bhayangkari di tengah masyarakat diharapkan dapat memberikan manfaat secara langsung, baik melalui pelayanan kesehatan, bantuan sosial maupun pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat,” ujarnya.
Orang nomor satu Polda Maluku Utara itu juga menambahkan, rangkaian kegiatan yang dimulai dari NTT. Kemudian dilanjutkan ke Maluku Utara dan selanjutnya rombongan akan ke Tual, Provinsi Maluku. Hal ini menunjukkan semangat Bhayangkari Peduli untuk terus hadir dan memberikan perhatian kepada masyarakat di berbagai wilayah indonesia.
“Kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan kegiatan ini, sehingga seluruh rangkaian dapat berjalan dengan baik. Semoga apa yang telah diberikan melalui kegiatan bhayangkari peduli dapat benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat dan menjadi bagian dari pengabdian polri dan bhayangkari kepada bangsa dan negara,” ucap mengakhiri.(red).
















