LABUHA, iT- Masyarakat Desa Wayatim, Kecamatan Bacan Timur Tengah, Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel) berharap agar Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda memprioritaskan pembangunan jalan dan jembatan yang menghubungkan Bibinoi-Wayatim.
Harapan ini menyusul adanya nyawa pasien melahirkan yang dirujuk dari Desa Wayatim ke Puskesmas Bibinoi, Kecamatan Bacan Timur Tengah, nyaris tak tertolong akibat dari buruknya infrastruktur. Pasien itu bernama Wahyuni Hi Latif dirujuk sejak 04.30 WIT dini hari dengan mobil Avanza terkendala berjam-jam di sungai Raim, akibat banjir, Kamis (26/2). Ini seharusnya menjadi perhatian serius Pemerintah agar kejadian ini tidak terulang kembali.
Ketua Forum Pelajar Mahasiswa (Forpmasi) Wayatim Halmahera Selatan, Suritno Tahmid menyatakan, dengan kejadian, Kamis 26 Februari 2026 seorang ibu hamil yang bernama Wahyuni Hi Latif asal Wayatim di rujuk ke Puskesmas Bibinoi nyaris tak tertolong, karena kondisi sungai tak miliki jembatan hingga tidak bisa dilalui karena banjir.
“Kejadian ini sudah harus menjadi catatan penting Ibu Gubernur Sherly Tjoanda dan pemerintah Halmahera Selatan,” kata, Jumat (27/2).
Ia menjelaskan, kejadian serupa bukan baru pertama kali di alami masyarakat Kecamatan Bacan Timur Tengah, namun sudah berulang kali. Ini merupakan kelalaian tugas Pemerintah Provinsi dan Kabupaten Halmahera Selatan.
“Kejadian yang mengancam keselamatan nyawa masyarakat ini, kami nilai pemerintah lalai menjalankan tugas pemerintahan. Padahal jalan tersebut adalah jalur utama yang menjadi kebutuhan mendasar masyarakat di lima desa saat beraktivitas ke kota,” kesalnya.
Kata Arit, berdasarkan data 2018 dimasa Pemerintahan Provinsi sebelumnya, jalan Bibinoi-Wayatim masuk prioritas pembangunan dengan beberapa ruas jalan lainnya.
“Tahun 2018 pemerintah Provinsi telah menetapkan pembangunan infrastruktur jalan sebagai prioritas, termasuk jalan di Bacan Timur Tengah sebesar 35 miliar untuk pembangunan jalan dan jambatan. Tapi sampai saat ini tidak pernah direalisasikan,” ucapnya.
Ia menyampaikan, mewakili seluruh masyarakat Bacan Timur Tengah meminta Gubernur Sherly Tjoanda agar merespons kondisi jalan Bibinoi-Wayatim. Supaya anggaran jalan Trans Kie Raha yang kurang menyentuh akses masyarakat dapat dikurangkan, sehingga memprioritaskan jalan utama yang menjadi akses masyarakat.
“Gubernur Sherly Tjoanda tak harus prioritaskan jalan Trans Kie Raha, karena jalan itu jika dikaji secara kritis hanya menjadi strategi Pemerintah Pusat dalam menguntungkan atau memuluskan investasi pertambangan. Intinya kami memiliki harapan besar ke Gubernur untuk memprioritaskan jalan Bibinoi-Wayatim,” harapnya.
Sebagai informasi, jalan dengan status Provinsi tersebut menghubungkan lima desa. Diantaranya, Desa Bibinoi, Tabapoma, Tutupa, Tomara dan Wayatim ini dibangun pada 2015 silam. Namun hingga kini belum pernah diperbaiki, begitu juga jembatan penghubung tak kunjung di bangun. (red).
















