TERNATE, iT – Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Bawaslu Maluku Utara dinilai sukses sebagai penyelenggara tahapan Pilkada 2024 di Maluku Utara.
Meski demikian, tahapan Pilkada 2024 di Maluku Utara masih sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK).
Penilaian kesuksesan KPU dan Bawaslu Maluku Utara itu disampaikan Muhammad Raziv selaku tim pemenang Calon Gubernur (Cagub) terpilih Maluku Utara Sherly Tjoanda dan Sarbin Sehe.
“Kalau dilihat KPU dan Bawaslu Maluku Utara sukses sebagai penyelenggara Pilgub Malut 2024 ini,” ungkap, Raziv, Jumat (31/1/2025).
Raziv mengatakan, hal itu dikarenakan setiap laporan dan peristiwa yang terjadi direspon secara berimbang dan proporsional.
“Sepanjang catatan saya, ini adalah Pilgub paling kondusif yang pernah terjadi di Maluku Utara,” jelasnya.
Ia juga menyampaikan, terkait dengan isu Pungutan Suara Ulang (PSU) juga seharusnya tidak terjadi, ini dikarenakan Paslon 01 misalnya mempermasalahkan 232 TPS dan meminta PSU, dengan total DPT sekitar 83 ribu.
“Jika digunakan pemikiran ekstrim saja, 83 ribu DPT itu diberikan seluruhnya kepada Paslon 01, dan suara Paslon 04 dikurangi 83 ribu, masih belum dapat merubah hasil Pilgub, tetap Paslon 04 sebagai peraih suara terbanyak,” katanya.
Selain itu, dirinya mengaku, memang masih ada catatan dalam penyelenggaraan Pilgub Maluku Utara diantaranya adalah maraknya isu SARA dan black campaign yang begitu ekstrim dan menyakitkan.
“Hal ini harus dibenahi agar kedepan tidak terjadi lagi. Apresiasi yang tinggi juga harus diberikan kepada masyarakat Maluku Utara yang ternyata tidak termakan dengan isu-isu jahat,” tandasnya.(red)










