WEDA, iT- Kepolisian Resor (Polres) Halmahera Tengah (Halteng) gandeng Nahdlatul Ulama (NU) dan Gerakan Mahasiswa Indonesia (GMI) turun langsung menyapa dan membantu para pengungsi di wilayah Patani pascakonflik beberapa hari lalu.
Konflik yang terjadi di Desa Banemo dan Sibenpope, Kecamatan Patani Barat, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng), Provinsi Maluku Utara (Malut) pada, Jum’at (3/4) lalu. Dengan membawa bantuan kebutuhan pokok, rombongan mendatangi warga asal Desa Sibenpopo dan Desa Kotalo yang kini bertahan di sejumlah titik pengungsian. Bukan sekadar menyalurkan logistik, kehadiran aparat kepolisian juga menjadi peneguh semangat bagi masyarakat yang tengah menghadapi masa sulit.
Di Kantor Desa Yeke, bantuan berupa air mineral, mie instan, tikar, perlengkapan bayi hingga kebutuhan kebersihan diserahkan langsung kepada para pengungsi. Sementara, di Desa Benemo, tepatnya di rumah duka almarhum Ali Daud, bantuan tambahan juga diberikan sebagai bentuk empati dan dukungan moril bagi keluarga dan warga sekitar.
Kapolres Halmahera Tengah, AKBP Fiat Dedawanto menyampaikan, kehadiran Polri bukan hanya sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat yang selalu siap membantu di setiap kondisi.
“Kami ingin masyarakat tetap merasa aman dan tidak sendiri. Tetap jaga kebersamaan, jangan mudah terprovokasi dan saring setiap informasi yang diterima,” imbaunya, Senin (6/4).
Kata dia, dalam suasana penuh keakraban pihaknya tampak berinteraksi langsung dengan masyarakat, mendengarkan keluh kesah, serta memberikan motivasi agar tetap kuat menghadapi situasi. Fiat mengatakan, kegiatan ini menjadi gambaran nyata bahwa Polri hadir tidak hanya dalam penegakan hukum, tetapi juga sebagai garda terdepan dalam misi kemanusiaan.
“Sinergi bersama NU dan GMI pun memperkuat semangat gotong royong demi menjaga stabilitas dan ketenangan di Halmahera Tengah,” ucap mengakhiri. (red).
















