Daerah  

Samurai Distrik Unipas Desak Pemerintah Morotai Copot Direktur RSUD Ir Soekarno

banner 120x600

MOROTAI, iT – Solidaritas Aksi Mahasiswa untuk Rakyat Indonesia (Samurai) Maluku Utara, Distrik Universitas Pasifik (Unipas) Pulau Morotai, Maluku Utara, desak pemerintah setempat copot Direktur RSUD Ir. Soekarno, dr. Intan Imelda Engelbert Tan.

Desakan ini disampaikan, saat puluhan mahasiswa yang tergabung dalam Samurai Distrik Unipas menggelar aksi, Senin (17/2).


Berlandaskan selebaran massa aksi yang diterima, menjelaskan Direktur RSUD Ir. Soekarno,, Intan Imelda Engelbert Tan, dinilai tidak mampu mengelola rumah sakit yang kondisinya memprihatinkan.

Kondisi itu, diantaranya persoalan yang mencuat dari rumah sakit mulai dari utang obat di Kimia Farma, sering kekosongan air bersih, tidak punya genset yang representatif, plafon bangunan bocor, lantai bangunan longsor, hingga halaman RSUD berumput.

“Salah satu persoalan utama adalah krisis air bersih di RSUD Ir. Soekarno. Berdasarkan investigasi, pasien dan petugas rumah sakit mengeluhkan bahwa air tidak mengalir selama dua minggu,” kata koordinator aksi, Rian Tatapa.

Bahkan sambungnya, pasien harus membeli air galon karena ketiadaan air, padahal pemerintah daerah telah memberikan hibah yang cukup besar untuk memenuhi kebutuhan pelayanan publik di RSUD tersebut.

Selain itu, jika air bersih tidak disediakan semaksimal mungkin oleh pihak rumah sakit, kata dia, Pj Bupati dan DPRD dinilai gagal menjalankan roda pemerintah di Kabupaten Morotai.

“Bagaimana bisa kesehatan dapat terjamin pada seorang pasien, kalau kondisi rumah sakit manajemennya amburadul,” tegas Rian.

Untuk itu, Samurai pun menuntut segera mencopot direktur RSUD Ir. Soekarno.

“Segera selesaikan krisis air bersih dengan lakukan pengadaan sumur bor di RSUD Ir Soekarno,” pintanya mewakili Samurai Unipas.

Sementara itu, Direktur RSUD Ir. Soekarno dr. Intan Imelda Engelbert Tan, mengaku air bersih di rumah sakit sering bermasalah.

“Selama air mati rumah sakit beli air di Lanal terus,” tandasnya. (red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *