Ekobis  

Pemerintah Kota Ternate Memberikan Apresiasi dan Menyambut Baik Peluncuran SIAP QRIS Sulamadaha

Saat Kadis Pariwisata Ternate, Rustam Pandjab Mahli, mengahdiri launching kawasan SIAP QRIS Sulamadaha.(Dok.istimewa).
banner 120x600

TERNATE, iT- Pemerintah Kota (Pemkot) Ternate, mendukung peluncuran kawasan SIAP QRIS Sulamadaha dalam rangka mendukung perluasan elektronifikasi transaksi pada sektor pariwisata serta memperkuat sinergi antara intansi.

Sinergi antara intansi diantaranya, Bank Indonesia, Pemerintah Daerah (Pemda) dan industri sistem pembayaran, Bank Indonesia Provinsi Maluku Utara akan menyelenggarakan launching kawasan SIAP QRIS Sulamadaha dan pengumuman Pemenang QRIS Jelajah Indonesia (QJI) Kie Raha Tahun 2026.


Kepala Dinas (Kadis) Pariwisata Ternate, Rustam Pandjab Mahli menyampaikan, Kota Ternate merupakan daerah yang memiliki kekayaan potensi pariwisata, budaya, sejarah, ekonomi kreatif dan UMKM yang sangat besar. Keindahan alam, pesona pantai, kekayaan rempah, warisan sejarah Kesultanan Ternate, serta keramahan masyarakat merupakan modal penting dalam membangun Ternate sebagai salah satu destinasi unggulan di Maluku Utara.

Namun, di tengah perkembangan pariwisata yang semakin dinamis, kita tidak cukup hanya menyediakan destinasi yang indah dan menarik. Kita juga harus memastikan bahwa ekosistem pariwisata kita mampu mengikuti perkembangan zaman, termasuk dalam hal pelayanan, transaksi, keamanan, kenyamanan dan kemudahan bagi wisatawan.

“Salah satu perubahan yang semakin nyata adalah pergeseran pola transaksi masyarakat dari pembayaran tunai menuju pembayaran digital. Karena itu, perluasan elektronifikasi transaksi pemerintah daerah dan transaksi masyarakat, khususnya pada sektor pariwisata, menjadi bagian penting dalam mendorong transformasi ekonomi daerah,” katanya saat membacakan sambutan Wali Kota Ternate, M.Tauhid Soleman, Rabu (12/8).

Dalam konteks inilah, lanjutnya, Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi dan menyambut baik sinergi yang dibangun bersama Bank Indonesia, perbankan dan industri sistem pembayaran untuk memperluas penggunaan QRIS di berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.

Launching (peluncuran) kawasan SIAP QRIS Sulamadaha hari ini bukan sekadar peluncuran sebuah kawasan yang menerima pembayaran melalui QRIS. Lebih dari itu, kegiatan ini merupakan langkah nyata untuk membangun ekosistem destinasi wisata yang modern, inklusif, aman mudah dan adaptif terhadap perkembangan teknologi digital,” tuturnya.

Menurutnya, pantai Sulamadaha merupakan salah satu destinasi unggulan Kota Ternate yang memiliki daya tarik wisata alam yang luar biasa. Dengan hadirnya kawasan SIAP QRIS, kita berharap wisatawan dapat menikmati pengalaman berwisata yang semakin mudah, mulai dari membayar tiket, membeli makanan dan produk UMKM, menggunakan jasa pelaku ekonomi kreatif, hingga melakukan berbagai transaksi lainnya secara cepat dan praktis.

“Di sisi lain, digitalisasi transaksi juga memberikan manfaat bagi para pelaku usaha,” ucapnya.

Kata dia, transaksi yang tercatat secara digital dapat membantu pelaku UMKM dalam membangun rekam transaksi, meningkatkan transparansi, memperluas akses terhadap layanan keuangan, serta membuka peluang untuk meningkatkan kapasitas usahanya.

“Karena itu, saya mengajak seluruh pelaku usaha di kawasan wisata Sulamadaha untuk tidak melihat QRIS hanya sebagai alat pembayaran, tetapi sebagai bagian dari transformasi cara kita berusaha dan memberikan pelayanan kepada wisatawan,” katanya.

“Pemerintah Kota Ternate menyadari bahwa transformasi digital tidak dapat dilakukan oleh pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, Bank Indonesia, perbankan, industri sistem pembayaran, pelaku usaha, komunitas dan masyarakat,” tambahnya.

Rustam mengaku, sinergi inilah yang harus terus kita perkuat agar digitalisasi tidak berhenti pada penggunaan teknologi, tetapi benar-benar memberikan dampak terhadap peningkatan ekonomi masyarakat.

“Saya berharap kerja sama yang telah terbangun ini dapat terus diperluas ke berbagai kawasan dan destinasi wisata lainnya di Kota Ternate. Dengan demikian, semakin banyak pelaku UMKM dan masyarakat yang terhubung dengan sistem pembayaran digital, dan semakin mudah pula wisatawan melakukan transaksi selama berada di Kota Ternate,” ucapnya.

Selanjutnya, terkait QRIS Jelajah Indonesia Kie Raha, Pemerintah Kota Ternate memberikan apresiasi atas pelaksanaan kegiatan ini. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan QRIS sebagai instrumen pembayaran digital, tetapi juga menjadi media untuk memperkenalkan kekayaan budaya, sejarah, destinasi wisata dan potensi ekonomi kreatif yang ada di wilayah Kie Raha, khususnya Maluku Utara.

“Saya berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi ruang edukasi sekaligus promosi yang efektif, terutama bagi generasi muda, agar semakin mengenal potensi daerahnya dan pada saat yang sama semakin siap menghadapi perkembangan ekonomi digital,” harapnya.

“Kepada para pemenang QRIS Jelajah Indonesia Kie Raha, saya menyampaikan selamat dan apresiasi atas prestasi yang telah diraih. Jadikan pencapaian ini bukan hanya sebagai kebanggaan pribadi, tetapi juga sebagai motivasi untuk terus berkarya, berinovasi dan ikut mempromosikan potensi Maluku Utara kepada masyarakat yang lebih luas,” sambungnya.

Ia menyatakan, Pemerintah Kota Ternate terus mendorong terwujudnya Ternate sebagai kota yang maju, inklusif, inovatif dan berbasis ekonomi digital, dengan tetap berpijak pada kekuatan budaya dan identitas daerah sebagai Kota Rempah.

“Kita ingin agar setiap wisatawan yang datang ke Ternate tidak hanya membawa pulang kenangan tentang keindahan alam dan kekayaan budaya kita. Tetapi juga merasakan bahwa Ternate adalah kota yang mampu memberikan pelayanan yang mudah, cepat, aman dan modern,” ujarnya.

Kadis Parawisata juga menambahkan, oleh karena itu, momentum hari ini harus kita jadikan sebagai bagian dari gerakan bersama untuk memperluas transaksi digital, memperkuat UMKM, meningkatkan kualitas pelayanan pariwisata, serta mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat.

“Mari kita jadikan Sulamadaha sebagai salah satu contoh.destinasi wisata yang tidak hanya indah secara alam, tetapi juga maju dalam pelayanan dan transaksi digital,”pungkasnya.(red).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *